Bagi umat Islam berpuasa Ramadan sifatnya adalah wajib. Setiap tahunnya, Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa, mulai dari matahari terbit hingga terbenam selama sebulan penuh.

Berpuasa memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Puasa dapat menggantikan sel-sel yang rusak jadi sel-sel baru di dalam tubuh. Puasa juga bisa meningkatkan hormon pertumbuhan, yang memfasilitasi pembakaran cadangan lemak di tubuh saat berpuasa dan melawan penuaan dini.

Meski zaman sudah modern, namun masih saja banyak orang yang percaya pada takhayul dan mitos puasa Ramadan. Biasanya, mitos ini adalah kepercayaan yang diturunkan orangtua ke anak-anaknya.

Mitos ini didasari oleh kekhawatiran dan perkiraan-perkiraan tanpa didukung data yang cukup untuk membuktikan kebenaran mitos tersebut. Hal ini menyebabkan banyak larangan yang sebenarnya tidak perlu.

Seperti beberapa hal di bawah ini yang selama ini dipercaya dapat membatalkan puasa atau memperparah kondisi suatu penyakit. Agar tidak penasaran, berikut ini Aki beberkan beberapa mitos vs fakta puasa yang sebenarnya.

Puasa Ramadan Membantu Menurunkan Berat Badan

Tujuan puasa Ramadan bukanlah untuk menurunkan berat badan atau membantu menurunkan berat badan. Sarapan umumnya memulai metabolisme dengan membantu membakar lemak lebih cepat, sedangkan puasa mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dan memberi tahu tubuh bahwa kalori yang diserap kurang dari yang dibutuhkan.

Hal itu mendorong tubuh untuk memperlambat metabolisme dan menghemat energi agar tetap efisien, mentidaktifkan mekanisme perlindungan alami tubuh untuk melawan rasa lapar. Puasa Ramadan memperlambat laju pembakaran kalori, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan apabila diet banyak gula, lemak dan asupan kalorinya melebihi kebutuhan kalori harian.

 

Dilarang Menyikat Gigi Selama Puasa

Sampai sekarang masih ada saja orang yang tidak mau menyikat gigi selama Ramadan dengan alasan takut membatalkan puasa. Padahal selama menjalani ibadah puasa, produksi air liur akan berkurang dan menyebabkan berbagai masalah pada mulut seperti bau mulut, iritasi, dan juga plak.

Melewatkan kegiatan menggosok gigi hanya akan membuat berbagai masalah pada mulut menjadi semakin parah. Lagipula, sama sekali tidak ada ayat yang menyebutkan larangan menggosok gigi selama menjalani ibadah puasa. Jadi, asalkan selama menggosok gigi tidak menelan air atau pasta giginya, menggosok gigi selama puasa tidak dilarang.

 

Mengorek Hidung atau Telinga Membatalkan Puasa

Tidak ada dalil yang menyatakan bahwa memasukkan sesuatu ke lubang hidung atau telinga membatalkan puasa. Namun sebaiknya memang dihindari.

 

Berenang Saat Puasa Membatalkan Puasa

Sebenarnya, berenang saat puasa boleh saja, asalkan tidak ada air yang terminum ketika berenang, baik sengaja maupun tidak. Akan tetapi bagi yang belum lihai berenang, sebaiknya hindari berenang saat sedang berpuasa.

 

Menangis Membatalkan Puasa

Hal yang membatalkan puasa adalah jika memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, seperti makan atau minum. Sementara, menangis tidak ada hubungannya dengan makan atau minum, jadi hal tersebut tidak membatalkan puasa.

 

Langsung Tidur Setelah Sahur Membuat Kuat Puasa

Hindari langsung tidur setelah sahur, karena bisa menyebabkan asam lambung naik. Sebaiknya tunggulah hingga waktu subuh datang. Dan lambung lebih terasa nyaman.

 

Tidur Saat Puasa adalah Ibadah yang Dianjurkan

Office life. Young woman sleeping at workplace.

Memang benar, orang berpuasa banyak mendapat pahala termasuk saat tidur pun pahala akan tetap mengalir karena sedang melaksanakan ibadah puasa. Tapi, bukan berarti terus tidur sepanjang hari saat berpuasa dan mengabaikan ibadah lainnya seperti salat dan bekerja. Hal tersebut justru tidak dianjurkan.

 

Ibu Hamil Tidak Boleh Berpuasa

Mitos ini berkembang lantaran banyak yang percaya bahwa jika ibu hamil berpuasa, maka bayi yang ada dalam kandungannya tidak akan mendapatkan nutrisi yang cukup. Padahal aman-aman saja jika ibu hamil berpuasa, asalkan selama sahur dan berbuka tetap memperhatikan asupan nutrisi dan juga sudah melewati fase sering muntah dan mual yang biasa dialami oleh ibu hamil diawal masa kehamilan.

 

Lansia Disarankan untuk Tidak Berpuasa

Tolok ukur untuk mengetahui apakah seseorang dapat berpuasa tidak dilihat dari usia, melainkan dari riwayat kesehatan. Jadi walaupun sudah tua, asalkan kakek dan nenek masih sehat dan bugar, mereka tidak boleh dilarang untuk berpuasa.

 

Berobat Membatalkan Puasa

Pediatrician makes vaccination to small boy

Cukup banyak orang yang memutuskan berhenti melakukan pengobatan seperti suntik, tetes mata, tetes telinga, infus, pengobatan penyakit pernapasan dengan nebulizer dan sebagainya. Orang-orang tesebut beralasan bahwa berbagai pengobatan menyebabkan material dari luar, seperti cairan memasuki tubuh dan dapat membatalkan puasa.

Padahal untuk mengatakan bahwa ibadah puasa seseorang telah batal adalah ketika terdapat zat dari luar seperti makanan atau minuman memasuki tubuh dengan jalan melewati kerongkongan. Jadi, asal proses memasukkan obat tidak dilakukan secara oral, maka puasa yang sedang dijalani tidak akan batal kok.

 

Menelan Air Liur Dapat Membatalkan Puasa

Sewaktu kecil dulu pasti sering mendengar kalimat bahwa menelan air liur dapat membatalkan puasa. Padahal menelan air liur merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara refleks. Dan sangat mustahil manusia tidak menelan air liurnya sendiri karena secara alami mulut akan terus memproduksi air liur.

 

Sebaiknya Berbuka dengan yang Manis-Manis

Sampai sekarang masih banyak yang menjadikan berbuka dengan makanan manis sebagai kebiasaan selama Ramadan, dengan alasan sunnah Rasulullah SAW. Padahal dalam hadis dijelaskan secara gamblang bahwa Rasulullah berbuka dengan kurma dan air putih, bukan es teh apalagi kolak dengan santan yang kental.

Berbuka dengan makanan manis justru akan membuat tubuh kaget dan meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Jadi sebaiknya biasakan berbuka dengan air putih hangat untuk mengembalikan cairan dan juga menstabilkan suhu tubuh.

 

Puasa Dapat Memperparah Penyakit Maag

Banyak penderita maag yang dengan terpaksa tidak menjalankan ibadah puasa karena khawatir maag yang dideritanya menjadi semakin parah. Padahal tidak selamanya demikian lho.

Memang ada beberapa penderita maag yang dianjurkan untuk tidak menjalani ibadah puasa. Tetapi pada sebagian penderita maag, puasa dapat berfungsi sebagai terapi yang dapat mengatasi gejala maag. Jadi, hal ini sebenarnya tergantung dengan tingkat keparahan maag yang diderita oleh pasien.

 

Makan Sahur yang Banyak Mempermudah Puasa

Sahur seharusnya tidak perlu makan makanan yang berat. Makan besar yang penuh dengan kalori dan lemak sebagai santap sahur tidak dapat mengimbangi energi yang hilang selama waktu puasa Ramadan. Salah satu hal yang terpenting selama sahur adalah tidak mengonsumsi makanan yang digoreng dan makanan yang mengandung kadar garam tinggi untuk mencegah kehausan yang berlebihan ketika menjalani puasa.

 

Olahraga Saat Puasa Berbahaya

Berolahraga saat puasa Ramadan aman jika telah terbiasa berolahraga dengan perut kosong. Satu-satunya masalah dengan berolahraga saat berpuasa adalah tubuh tidak menerima energi dari makanan. Hal yang mungkin terjadi ketika berolahraga saat berpuasa adalah penipisan otot sehingga membuat energi yang sudah disimpan di kantong otot berperan sebagai glikogen.

 

Manakah mitos puasa di atas yang masih Cucu percayai hingga kini?

 

About the author

Leave a Reply