Jejak Peninggalan Jepang di Cisarua

Seperti yang diketahui, Indonesia memang memiliki sejarah cukup panjang dan kelam dengan masa penjajahan, salah satu negara yang pernah menjajah Indonesia adalah Jepang selama 3 tahun. Meskipun hanya menduduki NKRI selama 3 tahun, Jepang diketahui banyak memiliki peninggalan perang di berbagai daerah di Tanah Air, salah satunya yang ada di Kota Bogor. Bogor menjadi kota yang cukup penting sejak masa pemerintahan Belanda yang diketahui dengan adanya Istana yang dibangun di Kota Hujan tersebut.

Namun tidak hanya itu saja, di beberapa wilayah di kota Bogor ini juga menyimpan beragam peninggalan Jepang yang menarik untuk ditelusuri, salah satunya adalah jejak Jepang di Cisarua yang kini belum banyak dijadikan sebagai objek wisata yang terletak di tengah rimbunnya kebun teh Gunung Gede Pangrango.

Peninggalan tersebut berupa sebuah bungker, yang lokasinya sendiri sebenarnya tidak jauh dari kawasan wisata atau landasan gantole paralayang yang sudah cukup terkenal di wilayah tersebut. Namun, karena letaknya yang tersembunyi tersebut memang membuatnya jarang diketahui oleh para wisatawan. Untuk menuju ketempat yang satu ini memang harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dengan menapaki bukit disekitar kebun teh.

Ketelitian menjadi salah satu hal yang mutlak untuk kita ketika mencari tempat ini, karena bangunan yang tidak terawat, kotor bahkan bisa dibilang cukup memprihatinkan. Perhatian yang ada pun hanyalah alakadarnya, terlebih dari pemerintah daerah itu sendiri, padahal jika menengok ke belakang bungker ini, terdapat cerita perjuangan para pejuang dalam mengusir penjajah kala itu.

Jatnika, salah seorang waga sekitar mengaku menyayangkan dengan terbengkalainya bungker bersejarah peninggalan Jepang ini. Padahal, menurutnya jika tempat yang satu ini dikelola dengan baik bisa menjadi tempat wisata baru yang bersejarah. Untuk itulah, dirinya dan beberapa warga sekitar beharap jika ke depannya Pemerintah mampu untuk bisa memperbaiki bungker Jepang tersebut. Dengan lokasinya yang cukup strategis yakni berada dikawasan perkebunan teh membuat para pengunjung tempat ini bisa sekaligus menikmati pemandangan yang ciamik dan bungker ini tidak hanya bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal namun juga untuk wisatwan asing asal Jepang yang ingin belajar mengenai sejarah peninggalan nenek moyangnya di Indonesia.

Sehingga, diharapkan dengan di perbaikinya tempat ini dan dipromosikan, bisa meningkatkan tingkat kunjungan wisatwan asing khususnya dari Jepang ke wilayah ini. Pasalnya, selain tempat peninggalan Jepang tersebut, beragam wisata kuliner juga bisa didapatkan di tempat tersebut yang membuat daya tarik tersendiri dari wisatawan, khususnya wisatawan Jepang.

About the author

Leave a Reply