Berwisata ke Puncak Bogor, Jawa Barat rasanya belum lengkap kalau belum mampir ke Telaga Warna. Terletak di Desa Tugu, Kecamatan Cisarua, Cucu bakal mendapatkan panorama indah yang khas dan unik. Warna telaga dapat sewaktu – waktu berubah. Terkadang berwarna hijau menyatu dengan warna pepohonan yang mengelilinginya, bahkan menjadi cokelat, kuning gelap hingga kuning terang. Secara ilmiah, perubahan warna itu disebabkan oleh ganggang di telaga. Tumbuhan jenis algae ini bisa berubah – ubah warna sehingga air danau pun turut terlihat berubah warna. Tidak hanya itu, bila Cucu mampir ke kawasan Telaga Warna juga bertemu berbagai hewan liar seperti kera abu – abu, surili, lutung dan berbagai jenis burung tekukur, kadanca dan lainnya. Selain dapet pemandangan alam, bisa main sama hewan juga, seru kan ?

Di balik keindahan alam dan udara yang sejuk, nuansa mistik juga kental menyelimuti lokasi danau. Konon katanya sih, di telaga ini hidup 2 ekor purba berwarna hitam dan kuning. Menurut mitos lagi, apabila ada orang yang mampu melihat ikan besar tersebut meloncat ke atas permukaan telaga, maka segala cita – citanya akan tercapai dan terkabul. Mitos lain yang dipercayai masyarakat setempat adalah bagi siapa yang membasuh muka dengan air telaga ini, akan selalu terlihat awet muda. Nah, loh.. Ada yang mau coba ?

Selain mitos – mitos yang berkembang, legenda unik juga berkembang mengenai asal – usul Telaga Warna. Alkisah dahulu di kawasan Puncak terdapat sebuah kerajaan besar bernama Kerajaan Kutatanggeuhan. Di kerajaan tersebut, hiduplah seorang Prabu dan Permaisuri. Meski kerajaannya damai dan tentram, mereka belum merasa bahagia karena belum memiliki anak. Singkat cerita, sang Prabu pergi bertapa untuk mendapatkan wangsit dengan harapan memliki anak. Tidak lama, sang Permaisuri mengandung dan melahirkan seorang bayi cantik yang diberi nama Nyi Ajeng Gilang Rinukmi atau Putri Kencana Ungu.

Setelah sang putri beranjak dewasa, sang Prabu mengadakan pesta dan memberikan hadiah sebuah kalung kepada sang putri. Namun, Putri Kencana Ungu tidak mau menerima hadiah kalung tersebut hingga akhirnya sang Permaisuri tidak henti – hentinya menangis. Pada saat yang bersamaan timbul suatu keajaiban, bumi bergoncang dan dari permukaan tanah keluar air yang semakin lama semakin membesar sehingga membentuk sebuah telaga. Kalung hadiah untuk sang Putri pun tercerai – berai dan tenggelam di dasar danau. Kalung itulah yang memancarkan warna sehingga warna telaga menjadi indah.

 

Sumber foto: Blog Winara, Sport Tourism ID

About the author

Leave a Reply