Ngumbah Tugu Kujang : Tradisi setiap tahun Kota Bogor

Ada sebuah tradisi unik di Kota Bogor yang dilaksanakan setiap tahun untuk memperingati Hari Jadi Bogor. Tradisi tersebut adalah Ngumbah Tugu Kujang atau mencuci Tugu Kujang yang merupakan salah satu monumen di Kota Bogor. Tugu Kujang ini memang bisa dibilang sebagai simbol atau perlambang dari Kota Bogor itu sendiri. Di mana, Tugu Kujang ini sendiri memang memiliki bentuk serupa dengan senjata pusaka khas Sunda yang disebut dengan Kujang.

Tugu Kujang yang merupakan simbol atau perlambang dari kota Bogor ini sendiri terletak di tengah pusat kota Bogor yang tepatnya, berada di persimpangan Jalan Padjajaran dan Jalan Otista Kota Bogor. Tingginya sendiri mencapai sekitar 25 meter sehingga memang membuatnya tampak begitu ikonik untuk kota Bogor. Tidak heran jika dengan besar dan tingginya Tugu Kujang tersebut membuatnya membutuhkan ratusan orang untuk membersihkannya.

Pencucian tersebut sendiri dibagi menjadi beberapa bagian yakni pencucian bagian tiang, bagian logo Kota Bogor serta bagian senjata Kujang yang terletak di paling atas. Biasanya, seperti yang dilakukan pada 2017 lalu pencucian ini dilakukan selama empat hari dengan alat khusus oleh para pemanjat tebing. Tahapan pencucian tersebut pun tidak sekedar mencuci, namun juga ada beberapa bagian yang juga dilakukan pengecatan ulang seperti pada bagian tiang, logo dan juga senjata kujang.

Karena merupakan simbol dari Kota Bogor yang memiliki arti penting dan sakral dalam mencuci Tugu Kujang ini tidak boleh menggunakan sembarang air. Air yang digunakan untuk mencuci Tugu Kujang ini diambil dari 7 mata air berbeda di Kota Bogor yang beberapa dari mata air tersebut diantaranya adalah Cidangiang, Cibogor, dan Kahuripan yang berada di Kebun Raya Bogor.

Penggunaan 7 mata air untuk mencuci Tugu Kujang ini sendiri bukan tanpa alasan, hal tersebut memiliki filosofi mendalam bagi masyarakat Bogor sendiri. Air yang digunakan merupakan sumber air yang dari dahulu hingga kini masih menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kota Bogor.

Di lain sisi, Kujang sendiri merupakan pusaka atau senjata yang digunakan sejak abad 14 Masehi pada pemerintahan Kerajaan Prabu Siliwangi yang berpusat di Kota Bogor. Pada awalnya, Kujang sendiri merupakan alat yang digunakan untuk kepentingan bertani oleh mayarakat Sunda. Namun, seiring dengan kedatangan bangsa barat sebagai penjajah, Kujang pun digunakan sebagai senjata untuk melawan para penjajah tersebut.

Nah, untuk menghormati sejarah panjang dari Kujang tersebut, Pemerintah kota Bogor akhirnya membangun tugu yang juga dijadikan sebagai simbol dari kota Bogor. Pada Tugu Kujang di Kota Bogor ini, ornamen senjata Kujang yang disematkan memiliki berat mencapai 800 kg dengan tingginya yang mencapai 7 meter. Ornamen Kujang tersebut terbuat dari bahan stainless, tembaga dan juga kuningan.

Selain sebagai lambang danikon dari Kota Bogor, Tugu Kujang juga menjadi simbol pemersatu masyarakat Sunda khususnya yang ada di Kota Bogor kala itu dalam mengusir para penjajah. Tidak heran jika tradisi Ngumbah Tugu Kujang ini akan terus dilakukan setiap tahunnya guna mempererat persatuan diantara warga dan masyarakat Kota Bogor yang kian heterogen. Tradisi ini sendiri sudah dilaksanakan oleh Pemkot Bogor semenjak Tugu Kujang ini berdiri. Hari Jadi Kota Bogor sendiri diperingati setiap tahun pada 3 Juni, dengan dimeriahkan dengan beragam tradisi dan seremoni.

About the author

Leave a Reply