Rumah bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan di Cianjur

Di daerah Cianjur, terdapat salah satu cargar budaya yang ditetapkan oleh Pemerintah loh Cu! Sebuah bangunan yang dibangun pada tahun 1886 yang berguna untuk rumah peristirahatan. Rumah ini merupakan milik Bupati Cianjur yang ke – 9 bernama Raden Adipati Aria Prawiradiredja ll yang menjabat sebagai bupati Cianjur di periode 1862 – 1910 (48 tahun).

Bernama Bumi Ageung Cikidang, rumah yang juga menjadi tempat perumusan pembentukan tantara PETA ini nyaris hancur di bumihanguskan oleh pasukan Jepang dan Belanda pada tahun 1950. Selain itu, Bumi Ageung juga menjadi saksi bisu penyerahan kekuasaan tantara Belanda kepada tantara Republik wilayah kota Cianjur dan sempat dijadikan sebagai salah satu tempat perlindungan manula, perempuan dewasa hingga anak – anak keturunan yang pada saat itu terjadi kerusuhan etnis pada tahun 1962 – 1963.

Bangunan nya kini telah berganti rupa, namun tetap bersejarah bagi para pejuang di daerah tersebut. Bumi Ageung Cikidang kini dijadikan salah satu rumah museum yang menjadi saksi bisu akan berbagai peristiwa masa lampau dan saat ini diurus oleh keluarga generasi ke – 5. Cucu Aki dapat mengunjungi Bumi Ageung CIkidang ini di Jl Mochamad Ali, kelurahan solokpandan, Cianjur.

Belajar sejarah bagi Aki sih, tidak harus melalui buku pelajaran ya Cu! Dengan mengunjungi dan menceritakan kepada teman – teman tentang keberadaan rumah ini, setidaknya cucu Aki turut berkontribusi terhadap Sejarah yang tidak boleh untuk dilupakan.

About the author

Leave a Reply